Ini post pertama gue yang pake bahasa Indonesia. Kenapa? Karena gue percaya yang baca post ini hanyalah orang Indonesia (kalo ada). Orang-orang bule sana sih ga penting deh untuk tau urusan kerjaan gue.

Gue cukup suprise ternyata berita kepindahan gue (keluar dari CHIP) ini sudah cukup banyak diketahui, bahkan sebelum gue send resignation letter gue ke beberapa orang yang gue anggap layak untuk gue inform. Surprisingly, banyak dari mereka yang uda tau πŸ˜€ Bahkan sampe tau gue akan pindah ke mana dan ngurusin apa… ck ck ck…

No problem sih buat gue… tapi heran aja, koq pada tau ya? Bener-bener tembok-tembok ini bertelinga deh… πŸ˜‰

Gue juga mau ucapin terima kasih buat semua e-mail, SMS, atau bahkan yang telpon langsung (khususnya Chratz yang langsung telpon gue gara-gara dia pake BlackBerry jadi langsung terima e-mail resignation gue). Sorry kalo gue ga bisa reply semuanya, kadang bingung juga karena masih dalam tahap re-organisasi beberapa alamat gue nih sekaligus e-mail client yang gue pake.

Siang ini juga gue dan Edi Taslim bikin selametan. Kita pesen makan kecil-kecilan lah di kantor. Niatannya sih selametan buat terbitnya CHIP Ekonomis. Namun akhirnya jadi sekalian “farewell party” antara gue dan anak-anak CHIP deh. Tadinya sih Edi mau keluarin duit dari koceknya sendiri buat selametan ini. Tapi akhirnya gue ajakin parohan deh. Itung-itung pesta terakhir. Lumayan juga, gue di CHIP sudah hampir 7 tahun. Suka dan duka, pergantian kepemimpinan, pindah ruangan, ganti server, ganti layout majalah, sampai berbagai suvenir selama press release sudah gue nikmati hehehe. Berbagai pertarungan game, mulai dari Winning Eleven, FIFA, Command and Conquer (yang lama tuh, Red Alert), Cossack, Half Life, Counter Strike, Quake III/Arena, Doom, Serious Sam, sudah gue nikmati bareng anak-anak kantor. Serunya sih memang di multiplayer itu hehehe. Dan nikmatnya nge-ceng-in yang kalah itu loh πŸ˜‰ Really, CHIP is a very nice place to work, in terms of the environment.

Malamnya gue masih jalan lagi ama beberapa rekan yang ada waktu. Kita makan-makan di Pluit. Sialnya jalanan macet abis bok. Gile dari kantor gue ke Pluit biasanya cuman 20 menit, hari ini ditempuh lebih dari 1 jam. Sinting banget deh.

Namun dari kas-kus (kasak kusuk) yang gue denger, ada juga beberapa orang yang menyayangkan kenapa gue pindah. Mereka mengaku tidak menyangka kalo gue akan pindah dan seandainya menyangka pun, mereka ga menyangka kalo gue pindahnya ke “situ”. Gue cuman bisa jawab: I Do What People Don’t πŸ™‚ Sounds silly? Perhaps πŸ˜‰ After all, gue percaya semua ini memang sudah saatnya, sudah waktunya, dan sudah garisnya. Sungguh ini memang bukan pilihan mudah, tetapi “The time has come and (surely) there’s no way back”.

Sekali lagi gue mau ucapkan terima kasih banyak buat semua pihak, dari rekan di CHIP maupun di luar CHIP yang selama ini uda support dan bantu gue (gue ga bisa sebutin satu satu). Thanks berat guys/gals. Semoga kita bisa bertemu lagi di dunia luar sana dalam kesempatan dan posisi yang berbeda, tentu saja masih dalam ikatan persahabatan yang sama.